Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Agustus 2013

Harta Karun Emas Indonesia “The Green Hilton Memorial Agreement ” di Geneva

Gambar
GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar
“The Green Hilton Memorial Agreement ” di Geneva pada 14 November 1963
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.
Perjanjian “The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963
Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.
Perjanjian itu bernama “Green Hilton Memorial Agreement Geneva”. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).
Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.
Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara.
Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.
Asal Mula Perjanjian “Green Hilton Memorial Agreement”
Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.
Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.
Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry. Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International. Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang. Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas
Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika.
Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)
Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.
Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement. Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.
Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar…(bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)..

Sumber : Yoga Constantine's Blog

Sabtu, 27 April 2013

Para Pekerja Korea Selatan Mulai Tinggalkan Kawasan Industri Kaesong

Para pejabat Korea Selatan mengatakan para pekerja Korea Selatan yang masih berada di kawasan industri patungan Kaesong, Korea Utara, telah mulai bergerak pulang, Sabtu (27/4).
Kendaraan Korea Selatan dari kawasan industri Kaesong tiba di kantor bea cukai, imigrasi dan karantina di dekat desa perbatasan Paju, Korea Selatan (27/4).
Kendaraan Korea Selatan dari kawasan industri Kaesong tiba di kantor
bea cukai, imigrasi dan karantina di dekat desa perbatasan Paju, Korea Selatan (27/4).

Iring-iringan mobil, bus, dan truk berisi barang-barang milik para pekerja Korea Selatan di kawasan industri Kaesong, terlihat melintasi perbatasan menuju Korea Selatan, hari Sabtu (27/4).

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan 127 dari 175 pekerja Korea Selatan di Kaesong pulang hari Sabtu ini, dan sisanya menyusul pada hari-hari berikutnya.

Hari Kamis, Seoul memberikan batas waktu hingga Jumat tengah hari kepada Pyongyang untuk menyetujui usul perundingan terkait kawasan ini. Usul perundingan tersebut dipicu oleh keprihatinan atas nasib warga Korea Selatan di Kaesong, yang tidak memiliki akses ke persediaan makanan dan obat-obatan.

Pyongyang menolak tawaran itu dan memperingatkan bahwa Korea Utara terlebih dulu akan mengambil tindakan tegas, apabila Korea Selatan terus memperburuk situasi di perbatasan.

Pyongyang tidak lagi mengeluarkan ancaman setiap hari, namun ketegangan di Semenanjung Korea tetap tinggi.

Negara Asia Afrika Dorong Kemerdekaan Palestina

Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-58 di Bandung dijadikan momentum untuk menggalang dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-58 di Bandung, Jawa Barat, yang berlangsung 18-24 April 2013. (VOA/R. Teja Wulan)
Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-58 di Bandung, Jawa Barat, yang 
berlangsung 18-24 April 2013. (VOA/R. Teja Wulan) 

Minggu, 21 April 2013

Reaksi Warga Muslim AS atas Aksi Kekerasan Terkait Film Anti-Muslim

Banyak warga Muslim di Amerika mengikuti dengan cermat laporan berita tentang demonstrasi di Timur Tengah yang dipicu film anti-Muslim.
Banyak warga Muslim Amerika tidak menyetujui film yang memicu demonstrasi-demonstrasi itu, namun mereka juga tidak menyetujui tindakan para demonstran (foto: dok).
Banyak warga Muslim Amerika tidak menyetujui film yang memicu demonstrasi-demonstrasi itu,
namun mereka juga tidak menyetujui tindakan para demonstran (foto: dok).

Dari Los Angeles hingga New York warga Muslim-Amerika melakukan refleksi atas apa yang terjadi di Timur Tengah dan apa yang menimbulkan aksi  kekerasan dan demonstrasi itu.  Mustafa dari New York mengatakan ia tidak menyetujui tindakan-tindakan para demonstran.

“Saya tidak suka reaksi orang yang datang ke konsulat Amerika dan membakarnya. Kenapa tidak datang dan bicara dalam suasana damai atau mengatakan bahwa ia sedang marah. Itu hal normal,” katanya.

Banyak warga Muslim termasuk Suraiya yang berada di Amerika tidak menyetujui film yang memicu demonstrasi-demonstrasi itu.

“Mereka seharusnya tidak melakukan hal sejauh itu dengan membuat video dan menyerang seseorang seperti itu.  Tentu saja orang berhak menyampaikan opini mereka masing-masing, tetapi video ini bernuansa kebencian dan para pembuat video-video bernuansa kebencian seperti ini seharusnya dihukum,” tegas Suraiya.

Meskipun film ini bersifat ofensif bagi mereka, banyak warga Muslim, termasuk Edina Lekovic dari Los Angeles yang mengatakan, pemerintah Amerika seharusnya tidak melakukan sensor.

“Saya kira kita tidak perlu mengubah siapa kita sebagai sebuah negara, karena kebebasan menyampaikan pendapat itu juga memperbolehkan kita menjadi seterbuka mungkin di negara ini dan menjalankan agama Islam kita seluas yang kita inginkan,” ujarnya.

Wasi Momin, seorang mahasiswa, mengatakan film ini saja tidak memicu demonstrasi-demonstrasi itu.  Ia mengatakan ada alasan yang lebih dalam di balik kemarahan itu.

“Ada anak-anak muda yang kesal karena mereka masih menganggur dan menyatu dengan revolusi dan demonstrasi. Saya kira mereka memerlukan sesuatu untuk mengarahkan energi dan upaya mereka, dan jika mereka menemukan hal ini, maka mereka akan bertindak sesuai kata hati,” paparnya.

Warga Muslim-Amerika mengatakan selama bertahun-tahun perasaan anti-Amerika di Timur Tengah juga disebabkan oleh rasa frustasi atas kebijakan luar negeri Amerika terhadap Israel.  Juru bicara Pusat Islam di California Selatan Dr. Maher Hathout mengatakan, tindakan-tindakan kekerasan para demonstran tidak mewakili ajaran Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan bagian dari pesan khutbah Jum’atnya.

“Katakan apa yang ingin kita katakana, tetapi turun ke jalan-jalan, berteriak dan membakar bendera, melempari kedutaan-kedutaan besar, dan kemudian menganggap sudah membela agama?  Ini benar-benar konyol,” kata Dr. Hathout.

Dr. Hathout mengatakan, satu alasan mengapa warga Muslim di Amerika tidak memahami banyak pandangan warga Muslim di Timur Tengah karena Amerika memungkinkan ditunjukkannya keyakinan yang berbeda-beda secara terbuka.

“Kita terbiasa hidup dengan perbedaan gagasan, perbedaan opini, perbedaan sikap. Jadi, ini hanya soal kebiasaan pada suatu situasi. Tentu saja jika kita berada dalam situasi tertutup, kita terbiasa mendengar suara kita sendiri dan kemudian suara lain terdengar sebagai suara aneh,” tambahnya.

Dr. Maher Hathout mengatakan baik film anti-Islam maupun demonstrasi-demonstrasi bernuansa kekerasan itu tidak membenarkan atau mewakili pandangan mayoritas warga Muslim atau non-Musliim di Amerika. 
 
Sumber : VOA Indonesia

Walaupun Diancam Korut, Korsel Akan Berlakukan Sanksi Tambahan PBB

Korea Selatan hari Kamis mengukuhkan negara itu akan melaksanakan sanksi PBB yang diperluas terhadap Korea Utara, walaupun Pyongyang telah memperingatkan konsekuensinya.
Para aktivis menggelar aksi protes anti-nuklir Korut di Seoul, 6 Desember 2012 (Foto: dok). Korsel mengukuhkan akan melaksanakan sanksi baru PBB ats Korut, meskipun memperoleh ancaman dari Pyongyang, Kamis (7/2).
Para aktivis menggelar aksi protes anti-nuklir Korut di Seoul, 6 Desember 2012 (Foto: dok). Korsel mengukuhkan akan melaksanakan sanksi baru PBB ats Korut, meskipun memperoleh ancaman dari Pyongyang, Kamis (7/2).
 
08.02.2013 08:39
Kementerian keuangan negara itu mengatakan pembatasan terhadap enam pihak yang disebut dalam resolusi baru itu akan mulai berlaku pekan depan. Kementerian itu mengatakan tidak pernah ada keraguan bahwa Seoul, yang bahkan mendorong sanksi yang lebih keras, akan melaksanakan sanksi PBB tersebut.

PBB mengenakan sanksi terhadap enam organisasi Korea Utara, sebagai tanggapan atas peluncuran roket jarak-jauh Korea Utara bulan Desember. Korea Utara dengan segera mengutuk tindakan itu, mengancam Korea Selatan dengan konsekuensi buruk yang tidak dijelaskan kalau Korea Selatan melaksanakan sanksi baru tersebut.

Pyongyang juga menyatakan bahwa dokumen tahun 2005 mengenai pelucutan nuklir Korea Utara tidak berlaku dan mengancam akan melaksanakan lagi percobaan nuklir.

Sekjen PBB Ban Ki-moon hari Kamis menyerukan kepada Pyongyang agar mematuhi semua resolusi PBB yang ditujukan terhadapnya serta pernyataan bersama mengenai pelucutan nuklir, yang ditanda-tangani tahun 2005 oleh enam negara termasuk Korea Utara.

Berbicara di kantornya kepada sekelompok kecil wartawan yang berpangkalan di PBB, Ban mendesak negara komunis itu agar menghindarkan setiap tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

Pimpinan PBB itu mengatakan ia telah membicarakan ancaman nuklir Korea Utara  dengan negara-negara penting. Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan terlibat dalam pembicaraan dengan Korea Utara mengenai penutupan program nuklirnya sebagai imbalan bantuan dan energi.

Korea Utara keluar dari pembicaraan itu tahun 2009 sebagai protes atas kutukan internasional  terhadap percobaan misil jarak-jauhnya. 
 
Sumber : VOA Indonesia

Korut Ancam Korsel dengan 'Pemusnahan Terakhir'

Pyongyang mengancam 'pemusnahan terakhir' jika Korea Selatan dan sekutunya terus mengupayakan sanksi PBB yang lebih berat atas program nuklir Korut.
Militer Korea Utara menghadiri perayaan uji coba nuklir Korut ketiga di lapangan Kim Il-Sung di Pyongyang (14/2). Pyongyang mengancam pemusnahan massal atas Korsel.
Militer Korea Utara menghadiri perayaan uji coba nuklir Korut ketiga di lapangan Kim Il-Sung di Pyongyang (14/2). Pyongyang mengancam pemusnahan massal atas Korsel.

Korea Utara mengancam Korea Selatan dengan “pemusnahan terakhir”, dengan mengatakan Pyongyang bisa mengambil langkah lebih jauh setelah uji coba nuklir minggu lalu jika Korea Selatan dan sekutunya terus mengupayakan sanksi PBB yang lebih berat atas program nuklir Korea Utara.

Diplomat Korea Utara Jon Ryong memberitahu konferensi pelucutan senjata PBB di Jenewa bahwa “perilaku Korea Selatan yang tidak menentu hanya akan mendatangkan pemusnahan yang terakhir.” Ia menambahkan “seperti pepatah, anak anjing yang baru lahir tidak takut dengan seekor macan.”

Komentar Jon segera memicu kecaman dari negara-negara lain, termasuk Korea Selatan, Amerika dan Inggris.

Duta Besar Amerika Laura Kennedy menyebut ancaman Korea Utara itu sangat merisaukan dan mengatakan pernyataan tersebut “menghina dan tidak bisa diterima” dimanapun juga, apalagi dalam konferensi tentang pelucutan senjata.

Sejak Pyongyang menguji coba bom nuklir minggu lalu sebagai tentangan atas resolusi PBB, Seoul memperingatkan bahwa pihaknya bisa menyerang tetangganya di utara itu jika Korea Selatan yakin serangan sudah diambang pintu.

Uji coba itu adalah yang paling kuat yang pernah dilakukan Korea Utara. 
 
Sumber : VOA Indonesia

AS akan Beri Bantuan Peralatan Militer Non-Letal untuk Oposisi Suriah

Para pejabat Amerika mengatakan Washington berencana memberikan bantuan baru sebesar 100 juta dolar kepada oposisi Suriah dalam bentuk peralatan non-letal, Jumat (19/4).
Menlu AS John Kerry akan menyampaikan rencana bantuan Amerika berupa peralatan militer non-letal untuk oposisi Suriah di Turki akhir pekan ini (Foto: dok).
Menlu AS John Kerry akan menyampaikan rencana bantuan Amerika berupa
peralatan militer non-letal untuk oposisi Suriah di Turki akhir pekan ini (Foto: dok).
20.04.2013 08:59
Menteri Luar Negeri John Kerry akan mengumumkan bantuan baru Amerika untuk oposisi Suriah dalam sebuah konferensi mengenai Suriah yang akan dihadirinya di Turki, akhir pekan ini.

Dikatakan, bantuan baru itu tidak mencakup senjata atau peralatan letal lain. Bantuan militer non-letal dapat mencakup teropong malam hari, baju tahan peluru, dan peralatan komunikasi.

Juga hari Jumat, utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah Lakhdar Brahimi memberikan penilaian suram mengenai konflik Suriah. Brahimi memberitahu wartawan setelah pertemuan pintu tertutup dengan Dewan Keamanan PBB di New York bahwa situasinya sangat serius dan ia sangat kecewa dengan PBB, pemerintah Suriah dan pemberontak oposisi negara itu. 
Sumber : VOA Indonesia

Jumat, 12 April 2013

WikiLeaks akan Rilis Dokumen Diplomatik Rahasia AS

Situs WikiLeaks diperkirakan akan mengeluarkan informasi mengenai dokumen-dokumen diplomatik dan intelijen Amerika dari tahun 1970-an, Senin (8/4).

Situs WikiLeaks diperkirakan akan mengeluarkan informasi terkait dokumen diplomatik dan intelijen AS dari tahun 1970-an. WikiLeaks dikabarkan memiliki bukti komunikasi diplomatik, termasuk yang dikirimkan dari kantor Kemenlu AS saat itu, Henry Kissinger. (Foto: dok).
Situs WikiLeaks diperkirakan akan mengeluarkan informasi terkait dokumen diplomatik dan intelijen AS dari tahun 1970-an. WikiLeaks dikabarkan memiliki bukti komunikasi diplomatik, termasuk yang dikirimkan dari kantor Kemenlu AS saat itu, Henry Kissinger. (Foto: dok).

Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan kepada wartawan, WikiLeaks memiliki data yang belum pernah dibocorkan sebelumnya, termasuk kawat, laporan intelijen dan korespondensi Kongres dari awal 1973 hingga akhir 1976.

Dokumen-dokumen itu termasuk bukti komunikasi yang dikirim oleh dan ke Menteri Luar Negeri Amerika saat itu Henry Kissinger.

WikiLeaks mengguncang dunia pada 2010 ketika merilis lebih dari 250 ribu kawat diplomatik Amerika yang bocor.

Assange sejak itu mengungsi di kedubes Ekuador di London sementara ia berusaha menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan perkosaan dan pelecehan seks. 
 
Sumber : VOA Indonesia

4 Pabrik Mobil Utama Jepang Tarik 3,4 Juta Mobil

Empat pabrik mobil utama Jepang menarik kembali sekitar 3,4 juta mobil di seluruh dunia, karena disinyalir memiliki masalah pada bantalan udara.

Toyota, Nissan, Honda dan Mazda menarik kembali 3,4 juta mobil di seluruh dunia (Foto: dok).
Toyota, Nissan, Honda dan Mazda menarik kembali 3,4 juta mobil di seluruh dunia (Foto: dok).
Toyota, Nissan, Honda dan Mazda mengatakan secara terpisah hari Kamis (11/4) bahwa alasan penarikan kembali mobil produksi mereka karena adanya pemompaan yang tidak normal pada airbag (bantalan udara) yang menghadap penumpang.

Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan airbag yang cacat, yang dibuat oleh pabrik komponen mobil Jepang Takata Corporation, dapat pecah atau menyebabkan kebakaran. Tidak ada yang cedera atau tewas dilaporkan.

Honda menarik kembali 1,1 juta kendaraan, termasuk model Civic dan Odyssey. Toyota menarik 1,7 juta kendaraan, termasuk Tundra dan Corolla. Nissan mengatakan bantalan udara atau airbag yang cacat ditemukan dalam 480 ribu mobil yang dibuat di Jepang antara tahun 2000 dan 2004.  Mazda menarik 45 ribu kendaraan di seluruh dunia. 
 
Sumber : VOA Indonesia

Selasa, 09 April 2013

Mantan PM Inggris Margaret Thatcher Meninggal Dunia

Mantan PM Inggris Margaret Thatcher Meninggal Dunia  
ASSOCIATED PRESS Margaret Thatcher.
LONDON, KOMPAS.com — Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, meninggal dunia di usia 87 tahun akibat serangan stroke, Senin (8/4/2013). Demikian informasi yang dilansir juru bicara Thatcher seperti dilansir kantor berita CNN.
Ia adalah satu-satunya perempuan yang pernah menjadi PM Inggris. Thatcher juga orang yang paling lama menjabat sebagai PM Inggris sekaligus sebagai Ketua Partai Konservatif Inggris selama lebih dari 11 tahun dari 1979 hingga 1990.
Kepribadian dan sikap politik yang tegas dan tidak mudah berkompromi membuatnya dijuluki "Iron Lady" alias "Wanita Besi".
Aktivitasnya di politik berhenti sejak ia terserang stroke pada tahun 2002. Sejak itu, ia beberapa kali terkena serangan penyakit yang sama sebelum serangan hari ini hingga mengembuskan napas terakhir.
Sumber :
CNN
Editor :
Tri Wahono

Margaret Thatcher Meninggal akibat Serangan Stroke

Margaret Thatcher Meninggal akibat Serangan Stroke 
ASSOCIATED PRESS/GERALD PENNY Margaret Thatcher.
KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher meninggal dunia pada Senin (8/4/2013). Menurut juru bicaranya kepada CNN, Thatcher meninggal dunia dalam usia 87 tahun akibat stroke.
Thatcher yang lahir pada 13 Oktober 1925 ini dikabarkan menderita stroke dan terkena serangan beberapa kali. Ia mulai jarang terlihat dan menjalani perawatan sejak serangan stroke pada tahun 2002. Ia hanya terlihat beberapa kali di hadapan publik dalam beberapa bulan terakhir ini.
Akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun, Thatcher tidak bisa hadir saat perayaan ulang tahunnya ke-85 yang diadakan oleh PM David Cameron pada oktober 2010. Ia juga membatalkan kedatangannya saat peresmian patung koleganya mantan Presiden AS Ronald Reagan di London.
Pada Desember 2012, Thatcher masuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi.
Hingga saat ini, Thatcher merupakan satu-satunya perdana menteri perempuan di Inggris. Ia juga menjadi orang yang paling lama menjadi perdana menteri yakni selama lebih dari 11 tahun sejak 4 Mei 1979 hingga 28 November 1990.
Selama menjadi Pm, ia dikenal dengan sebutana Wanita Besi karena ketegasannya dan tidak berkompromi.
Editor :
Josephus Primus
Sumber : Kompas