Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2016

Mulia dan indahnya Perkawinan dalam Islam dan Pengertiannya

Bagaimana Indahnya Pernikahan dalam Islam? Rosululloh  Sholallohu’alaihi wa Sallam pernah menyebutkan dalam sebuah hadits bahwa pernikahan adalah menyempurnakan setengah agama seorang Muslim. Ungkapan ini menegaskan bahwa pernikahan memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Menikah merupakan babak baru dari seorang individu Muslim dalam membentuk sebuah keluarga dimana ia akan menegakkan syariat agama ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun juga terhadap pasangan hidupnya, anak-anaknya, dan seterusnya.
Nilai kemuliaan atau kesakralan pernikahan dalam Islam juga tercermin dari “prosesi” pendahuluan yang juga beradab. Islam hanya mengenal proses ta’aruf. Bukan praktek iseng atau coba-coba layaknya pacaran. Namun diawali dengan niat yang tulus untuk berumah tangga sebagai bentuk ibadah kepada Alloh Subhanahuwata’ala diiringi dengan kesiapan untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan dari pasangan hidupnya.
Islam juga mengatur proses walimah atau resepsi pernikahan yang lebih menggambarkan nuansa kesederhanaan dengan diliputi tuntunan syariat. Bukan mengukuhkan adat, tidak pula kental dengan tradisi Barat. Walimah/pernikahan dalam Islam, bukanlah hajatan yang sarat gengsi sehingga menuntut sohibul hajat untuk menyelenggarakan walimah di luar kemampuannya.
Lebih-lebih jika semua itu dibumbui dengan acara-acara yang tidak memiliki makna secara Islam, seperti (dalam adat jawa) siraman, ngerik, nginjak telor, dan sebagainya. Atau yang sok kebarat-baratan (baca: latah) dengan standing  party (pesta berdiri), tukar cincin, lempar bunga, dansa, atau yang sekadar menyuguhkan “hiburan” berupa musik (organ tunggal).
Sebaliknya, ada pula kelompok sempalan Islam yang justru mengajarkan untuk hidup membujang, sebagaimana ini telah dilakoni para pastor, bruder, biksu, rahib dan sejenisnya. Tak kalah, “kacau balau” juga adalah apa yang menjadi amalan ibadahnya orang-orang Syi’ah Rofidhoh, yakni nikah mut’ah. Model pernikahan yang umum disebut dengan kawin kontrak ini praktiknya justru menjadi pintu perzinaan yang dikemas secara legal. Tak heran jika ada orang-orang yang diulamakan atau ditokohkan tertangkap basah melakukan perzinaan, alasan nikah mut’ah kerap mengemuka.
Begitulah ketika fithroh agama ini dilanggar, maka perzinaan semakin subur, perilaku seksual menyimpang kian meluas, dan kerusakan masyarakat pun menjadi bom waktu. Maka sudah saatnya bagi kita untuk menghidupkan syariat Alloh Subhanahuwata’ala, dengan mewujudkan pernikahan Islami ditengah masyarakat kita!
 Pengertian Pernikahan dalam Islam
Nikah sebagai kata serapan dari bahasa Arab bila ditinjau dari sisi bahasa maknanya menghimpun atau mengumpulkan. Kata ini bisa dimutlakkan pada dua perkara yaitu akad dan jima’ (hubungan suami istri).
Adapun pengertian nikah secara syar’i adalah seorang pria mengadakan akad dengan seorang wanita dengan tujuan agar ia dapat istimta’ (bernikmat-nikmat) dengan si wanita, dapat memperoleh keturunan, dan tujuan lain yang merupakan maslahat nikah. Akad nikah merupakan mitsaq (perjanjian) di antara sepasang suami istri.
Alloh Subhanahuwata’ala berfirman:
“Dan mereka (para istri) telah mengambil dari kalian (para suami) perjanjian yang kuat.” (QS. an-Nisa’ [4]: 21)
Akad ini mengharuskan masing-masing dari suami dan istri memenuhi apa yang dikandung dalam perjanjian tersebut.
 Alloh Subhanahuwata’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian-perjanjian) kalian…” (QS. al-Ma’idah [5]: 1)
 Hukum Menikah/ Pernikahan dalam Islam
Hukum asal menikah adalah sunnah menurut pendapat Abu Hanifah Rahimahulloh, Imam Malik Rahimahulloh, Asy-Syafi’I Rahimahulloh, dan riwayat yang masyhur dari mazhab al-Imam Ahmad Rahimahulloh. Sebagaimana hal ini merupakan pendapat mayoritas ulama, menyelisihi pendapat mazhab Zhahiriyyah yang mengatakan wajib. Nikah ini merupakan sunnah para Rosul.
Alloh Subhanahuwata’ala berfirman:
“Sungguh Kami telah mengutus para rosul sebelummu dan Kami jadikan untuk mereka istri-istri dan anak keturunan…” (QS. ar-Ro’d [13]: 38)
‘Utsman bin Mazh’un Radhiallohu’anhu, seorang dari sahabat Rosululloh Sholallohu’alaihi wa Sallam, berkata, “Seandainya Rosululloh Sholallohu’alaihi wa Sallam  mengizinkan kami, niscaya kami akan mengebiri diri kami (agar tidak memiliki syahwat terhadap wanita sehingga tidak ada kebutuhan untuk menikah). Akan tetapi beliau Sholallohu’alaihi wa Sallam melarang kami dari hidup membujang (tidak menikah).” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Bagi seseorang yang mengkhawatirkan dirinya akan jatuh dalam perbuatan zina bila tidak menikah, maka hukum nikah baginya beralih menjadi wajib karena syahwatnya yang kuat. Ditambah lagi bila di negerinya bebas melakukan hubungan zina. Hukum nikah baginya menjadi wajib untuk menolak mafsadat tersebut. Karena meninggalkan zina hukumnya wajib, dan kewajiban tersebut tidak akan sempurna penunaiannya kecuali dengan nikah.
Hukumnya mubah bagi orang yang tidak bersyahwat namun ia memiliki kecukupan harta. Mubah baginya karena tidak ada sebab-sebab yang mewajibkannya.
Adapun orang yang tidak bersyahwat dan ia fakir, nikah dimakruhkan baginya. Karena ia tidak punya kebutuhan untuk menikah dan ia akan menanggung beban yang berat. Namun terkadang pada orang yang lemah syahwat atau tidak memiliki syahwat, karena usia tua atau karena impoten misalnya, diberlakukan hukum makruh tanpa membedakan ia punya harta atau tidak. Karena ia tidak dapat memberikan nafkah batin kepada istrinya, sehingga pada akhirnya dapat memudhorotkan si istri.
Dan haram hukumnya bila orang itu benar-benar tidak dapat menunaikan perkara-perkara yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Karena, menikah disyariatkan semata-mata untuk memberikan maslahat. Kalau ada tindakan aniaya seperti ini, akan hilanglah maslahat yang diharapkan, terlebih lagi jika dia berbuat dosa dan melakukan perkara-perkara yang diharamkan.
Haram pula bagi seseorang yang sudah memiliki istri, kemudian ia ingin menikah lagi namun dikhawatirkan tidak dapat berlaku adil di antara istri-istrinya.
Alloh Subhanahuwata’ala berfirman:

“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. an-Nisa’ [4]: 3)
Demikian artikel dengan judul “Mulia dan indahnya Perkawinan dalam Islam dan Pengertiannya” Semoga dapat memberikan manfaat.


Jumat, 26 Februari 2016

Makna Lagu Gaudeamus Igitur (Lagu Wisuda)


Gaudeamus Igitur (Lagu Wisuda) Saya Ingin berbagi informasi bahwa lagu yang sering dinyanyikan oleh mahasiswa saat wisuda tiap tahunnya memiliki makna yang dalam..


Coba deh temen – teman simak apa artinya dari lirik Gaudeamus Igitur .. De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan), atau lebih dikenal dengan judul Gaudeamus igitur (“Karenanya marilah kita bergembira”) adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa.
Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada.
Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi. Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini. Dengan demikian bukanlah sebuah ‘ajakan’ untuk hidup dalam hedonisme seperti yang sering dituduhkan, hal ini dapat dilihat dari bait kedua dari stanza ini yang secara tersurat dan tersirat berisi pengakuan akan keberadaan alam lain setelah kematian yaitu surga dan neraka.
Meskipun sering dipakai sebagai ‘lagu pembuka’ acara sebelum bersulang, sebagai sebuah kebiasaan di negara-negara Barat untuk merayakan sesuatu dengan minum bir, anggur, atau sampanye sebagai penghangat diri, lagu ini sendiri bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan namun lebih kepada perayaan atas segala keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang, misalnya berhasil menyelesaikan pendidikan. Itulah sebabnya Gaudeamus igitur banyak dipakai di hampir seluruh universitas di dunia dalam acara wisuda. De Brevitate Vitae dikenal dengan sebutan “Gaudeamus igitur” atau “Gaudeamus”, yang merupakan kata pembuka lagu ini. Di Britania Raya, lagu ini juga dikenal sebagai The Gaudie.
Gaudeamus Igitur merupakan hymne mahasiswa internasional yang biasa dinyanyikan pada saat acara wisuda mahasiswa. Lagu berbahasa Latin ini diciptakan pada abad pertengahan dan hingga sekarang masih tetap sering dinyanyikan seluruh orang di dunia.
Namun, umumnya orang yang menyanyikannya tidak terlalu mengerti apa arti lagu ini sebenarnya…
Bait 1: ” Gaudeamus igitur Juvenes dum sumus Post jucundum juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus ” Artinya : ” Mari kita bersenang-senang Selagi masih muda Setelah masa muda yang penuh keceriaan Setelah masa tua yang penuh kesukaran Tanah akan menguasai kita ” ( Ni ajakan untuk berbahagia, karena kita dah lulus kuliah, satu beban di punggung kita telah hilang, satu kewajiban telah terselesaikan… tapi kita harus bersiap sebelum masa tua tiba… dan kematian datang menghampiri kita.)
Bait 2: ” Ubi sint qui ante nos In mundo fuere? Vadite ad superos Transite in inferos Hos si vis videre ” Artinya : ” Kemana orang-orang sebelum kita Yang pernah hidup di dunia ini? Terbanglah ke surga Terjunlah ke dalam neraka Bila kau ingin menjumpai mereka ” (Terlihat jika di lagu ini juga ada peringatan akan adanya surga dan neraka. Orang2 sebelum kita ada di dua tempat itu, dan pilihan ada di tangan kita, mau kemanakah kita kelak ?)
Bait 3: ” Vita nostra brevis est Brevi finietur Venit mors velociter Rapit nos atrociter Nemini parcetur ” Artinya : ” Hidup kita sangatlah singkat Berakhir dengan segera Maut datang dengan cepat Merenggut kita dengan ganas Tak seorang pun mampu menghindar ” (Disini ada himbauan untuk memanfaatkan masa muda sebaik mungkin, karena masa tua akan segera datang, dan tidak ada yang dapat menghindari takdir untuk menjadi tua.)
Bait 4: Vivat academia! Vivant professores! Vivat membrum quodlibet! Vivat membra quaelibet! Semper sint in flore Artinya : ” Panjang umur kampusku! Panjang umur para dosen! Panjang umur seluruh mahasiswa! Panjang umur seluruh mahasiswi! Semoga kalian semua akan terus berkembang ” (Bait ini sebagai penghormatan kepada kampus dan guru kita, dan semua mahasiswa di kampus kita. Terlihat status di bait ini adalah mahasiswa, jadi ini merujuk kepada adik2 tingkat kita)
Bait 5: ” Vivant omnes virgines Faciles, formosae. Vivant et mulieres Tenerae, amabiles Bonae, laboriosae. ” Artinya : ” Panjang umur para gadis! Yang sederhana dan elok Panjang umur para wanita! Yang lembut dan penuh cinta Jujur, pekerja keras ” ( Bait ini ditujukan untuk menghormati para gadis dan wanita, yang kelak akan menjadi seorang ibu, dan melahirkan sarjana2 baru… )
Bait 6: ” Vivat et republica! Et qui illam regit Vivat nostra civitas! Maecenatum caritas Quae nos hic protegit ” Artinya : ” Hidup negaraku! Dan pemerintahannya Hidup kota kami! Dan kemurahan hati para dermawan Yang telah melindungi kami ” (Bait ini ditujukan untuk negara, pemerintahan pusat, pemerintahan kota, dan para bangsawan (pengusaha ?) yang banyak melindungi para mahasiswa. dalam jaman ini, melindungi bisa berarti memberikan hak2 terhadap mahasiswa, juga bisa berupa beasiswa2 dan segala fasilitas dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah (pusat ataupun kota) juga perusahaan2 (baik berupa sponsor2 kegiatan, beasiswa, ataupun ikatan kerja)
Bait 7: ” Pereat tristitia Pereant osores Pereat diabolus Quivis antiburschius Atque irrisores ” Artinya : ” Enyahlah kesedihan Enyahlah kebencian Enyahlah kejahatan Dan siapa pun yg anti perkumpulan mahasiswa Juga mereka yang mencemoh kami ” (Bait ini merupakan doa agar kita semua terhindar dari hal hal yang disebut pada bait ini)
Bait 8 : ” Quis confluxus hodie Academicorum? E longinquo convenerunt Protinusque successerunt In commune forum ” Artinya : ” Siapa yang sekarang telah berkumpul di universitas ini? Sejak lama mereka telah berkumpul Dan kemudian bersatu dalam forum bersama ” (Bait ini ditunjukkan untuk seluruh mahasiswa yang ada dan pernah ada di universitas kita (baik yang lulus maupun yang belum), juga untuk perkumpulan mahasiswa ( BEM/HIMA ?))
Bait 9 : ” Vivat nostra societas! Vivant studiosi! Crescat una veritas Floreat fraternitas Patriae prosperitas ” Artinya : ” Hidup persahabatan kita! Hidup studio! Semoga kebenaran dan kejujuran tercapai Tumbuh bersama perkumpulan kita Dan tanah air kita akan sejahtera ” (Ya… di universitas, kita banyak bertemu dengan teman, kawan, dan sahabat. bahkan tidak jarang setelah lulus kita bersama teman2 kita membangun suatu prusahaan bersama. lalu perusahaan itu akan turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa (baik langsung maupun tidak langsung). Bait ini juga ditujukan sebagai penghormatan untuk Program Studi (Jurusan) kita, terlihat dari kalimat ke 2, Hidup Studio (Dahulu, di yunani banyak universitas yang mengajarkan sasta dan seni, sehingga disebut studio keanya..))
Bait 10 : ” Alma Mater floreat Quae nos educavit Caros et commilitones Dissitas in regiones Sparsos, congregav ” Artinya : ” Majulah almamater Yang telah mendidik kami Kepada sahabat dan kawan-kawan Yang terpisah di berbagai wilayah Mari kita berkumpul ” (Bait ini adalah bait penghormatan dari para alumnus kepada Almamater yang sudah mendidik kita, memberi bekal ilmu pengetahuan, sehingga kita siap tampil di masyarakat dan dunia kerja. Juga sebagai salam dan ajakan kepada sahabat2 kita yang sudah terpisah (tersebar) di seluruh penjuru tanah air, bahkan dunia, untuk kembali bersatu menyamakan visi dan misi ( membangun dan mensejahterakan tanah air ). Juga ajakan untuk reuni nih keanya…. hahaha…. Penggunaan di Indonesia Di Indonesia lagu ini di beberapa perguruan-perguruan tinggi yang memiliki tradisi paduan suara yang kuat, seperti di Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya. biasa dimainkan untuk mengiringi kehadiran para anggota Senat Universitas pada awal upacara penerimaan mahasiswa baru dan pada awal upacara wisuda. dan juga menggunakan lagu-lagu lain seperti hymne atau mars univesitas setelah lagu-lagu gaudemus dinyanyikan. Ada beberapa juga yang tidak menyertakan lagu ini karena beberapa alasan yang salah kaprah, salah satunya karena mereka beranggapan lagu gaudemus sangat bernuansa hedonis padahal tidak demikian sebenarnya (karena kurangnya pengetahuan para penerjemah lagu latin ini dan juga kurangnya pengetahuan atas sejarah lagu gaudemus) yang adalah lagu perjuangan para mahasiswa di jerman. Pernah ada anggapan bahwa lagu tersebut bernada hedonis (pemuja kenikmatan), karena bait-bait keduanya seolah memuja kesenangan duniawi. Tapi kesan itu hilang apabila kita amati bait-bait lagu ini secara keseluruhan. Berikut ini adalah teks lengkap lagu Gaudeamus igitur, dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia (sumber: Wikipedia).
biasanya lagu yang sering diperdengarkan di saat wisuda hanya 2 bait seperti ini :
Bait 1: ” Gaudeamus igitur Juvenes dum sumus Post jucundum juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus ” Artinya : ” Mari kita bersenang-senang Selagi masih muda Setelah masa muda yang penuh keceriaan Setelah masa tua yang penuh kesukaran Tanah akan menguasai kita ”
Bait 4: ” Vivat academia! Vivant professores! Vivat membrum quodlibet! Vivat membra quaelibet! Semper sint in flore ” Artinya: ” Panjang umur kampusku! Panjang umur para dosen! Panjang umur seluruh mahasiswa! Panjang umur seluruh mahasiswi!

Selasa, 15 Desember 2015

Unbound DNS & HmailServer Setup Guide (Windows 7)

  1. DNS Unbound High Performace bisa kita gunakan untuk mempercepat DNS resolv, Selain itu unboun lebih sedikit memakan memori di bandingkan dengan DNS Bind dan lainya.
  2.  HMail Server merupakan salah satu program mail server yang berbasis windows yang dipublikasikan kepada umum secara gratis dengan beberapa fasilitas yang cukup baik dan juga beberapa fungsi penting standar yang dibutuhkan pada suatu email server. hMailServer merupakan produk yang benar-benar bebas alias gratis dimana gratis mulai dari harga, penggunaan, maupun pendistribusiannya. 

Mungkin sudah sangat banyak tutorial yang membahas tentang instalasi Unbound DNS server di sistem operasi berbasis Windows. Namun pada posting kali ini, saya akan membahas lebih spesifik tentang instalasi Unbound yang ditujukan agar dapat melakukan bypass internet positif. Maaf, bukannya saya tidak mendukung program internet positif, karena program ini cukup bagus untuk memberdayakan internet sehat. Sisi buruknya, saya tidak dapat lagi mengakses situs torrent tracker kesayangan saya – karena diblokir oleh internet positif. 
Instalasi Unbound
Langsung to the point, silakan ikuti langkah-langkah instalasinya sebagai berikut :
  1. Download terlebih dahulu installer Unbound untuk Windows (32bit dan 64bit)
  2. Selanjutnya, silakan instal seperti biasa.
Penyesuaian konfigurasi
Langkah selanjutnya adalah melakukan modifikasi konfigurasi Unbound pada komputer anda. 
Lihat Pada  Video Unbound DNS & HmailServer Setup Guide (Windows 7)

Minggu, 13 Juli 2014

Palestina,Israel dan fakta Qur’an

Mungkin banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan korban di Gaza yang terus bertambah. Tapi kita memang harus terus bicara tentang Palestina. Kita harus terus menyuarakan kegelisahan kita, menyampaikan kepedulian kita, atau setidaknya meneriakkan jeritan hati kita melalui takbir dan doa-doa yang terlantunkan. Tidak boleh ada perasaan bosan saat mendengar berita Palestina. Tidak boleh kita berputus asa dalam melantunkan doa-doa untuk saudara kita disana. Tidak boleh merasa doa kita sia-sia. Tidak boleh pula kita mengira bahwa zionis Israel akan dibiarkan dengan kesombongannya begitu saja. Karena Allah SWT berfirman : ” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”  (QS Ibrahim 42)
Hari ini kita melihat pemberitaan yang begitu beragam tentang fakta-fakta yang terjadi di Palestina. Ada yang mengutuk kekejian Israel, ada pula yang memprotes keangkuhan Amerika, Ada pula yang mengkritik pemimpin Arab yang ‘jubana’ (pengecut), bahkan ada pula yang tetap konsisten memberitakan Hamas sebagai teroris dan biang kerok semua permasalahan ini. Semuanya begitu kompleks dan membingungkan, sehingga banyak orang yang begitu bersedih dan berempati dengan pemandangan gambar-gambar korban dan ledakan, namun sedikit yang mengetahui hakikat permasalahan dan fakta yang shohih di Palestina.
Karenanya, kita perlu memetakan lebih jelas tentang permasalahan Palestina. Saya ingin mengungkapkan fakta-fakta dalam al-Quran dalam memetakan masalah ini. Bahwasanya Al-Quran jauh-jauh hari telah menggambarkan fakta-fakta yang terjadi hari ini di Palestina melalui ayat-ayatnya yang mulia. Ini semua penting agar kita bisa berpikir lebih mendalam, lebih strategis dan lebih fokus dalam menyusun langkah kontribusi kita untuk Palestina. Agar kita tidak reaktif dan mudah terkejut, dan selalu shock dalam mendengar pemberitaan masalah Palestina.
Berikut fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Quran, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina.
Fakta 1 : Adanya Yahudi yang Sadis & Bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).
Ketika Al-Quran 14 abad yang lalu telah jelas menyatakan fakta bahwa Yahudi menyimpan permusuhan yang amat keras terhadap umat Islam, maka hari ini kita menyaksikan dengan jelas gambaran permusuhan itu begitu nyata di depan mata kita. Jika ’sekedar’ menghitung angka korban jiwa dan luka-luka mungkin belum mewakili gambaran kebuasan mereka. Ada gambaran yang lebih buas dari hitungan angka-angka, saat Shadr seorang perempuan kecil berumur 4 tahun harus tewas menyongsong peluru tentara Israel di dadanya. Bahkan sang ayah tidak bisa menyelamatkan jasad putrinya, karena beberapa detik berikutnya datang sekumpulan anjing-anjing pelacak Israel untuk segera menyantap si kecil yang syahid itu. Seolah-olah tentara Israel itu memang membidikkan pelurunya untuk berburu makanan bagi anjing peliharaannya.
Gambaran lain tak kalah mengerikannya adalah saat tubuh-tubuh yang tak bernyawa di tengah jalan harus remuk terlindas oleh tank-tank zionis yang bergerak memasuki gaza. Begitu pula penggunaan senjata fosfor putih oleh tentara Israel yang tidak pernah ditemukan dalam kamus kekejaman bangsa lainnya. Adakah kebiadabaan manusia yang melebihi gambaran di atas ? Fakta Al-Quran tentang kebengisan Yahudi ini membuat kita sadar, bagaimana cara terbaik menghadapi Zionis Israel.
Kemudian dalam ayat yang lain Allah SWT memberitahukan kepada Rasulullah SAW tentang karakter Yahudi : ” (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya”). (Al-Anfal 56). Inilah fakta lain tentang Yahudi yang sudah diungkapkan Al-Quran sejak awal risalah Islam. Karenanya akan sangat aneh jika masih ada pemimpin Islam yang berharap banyak untuk mengadakan perjanjian dengan Israel, seolah-olah lupa dengan Fakta Quran dan fakta sejarah kenabian. Jika kita membaca ulang sejarah Yahudi dalam Siroh Nabawiyah, maka akan ada kesimpulan utuh bahwa sejarah Yahudi adalah sejarah pembangkangan dan penghianatan.
Fakta 2 : Adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam. Allah SWT berfirman : .. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah.” (QS Haj 40)
Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya ‘hanya’ karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina hari ini –dan sejak setengah abad yang lampau- adalah bukti riil fakta al-Quran di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Zionis Israel. Maka merekapun bertahan, merekapun melawan, mempertahankan sejengkal tanah kemuliaan Islam dari jajahan zionis. Karena semua alasan mulia itulah hari ini banyak warga Palestina meregang nyawa.
Fakta 3 : Adanya Skenario Global di balik konflik Palestina . Allah SWT berfirman : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka (Al Baqoroh 120)
Dibalik fakta keangkuhan Israel hari ini, adalah karena adanya dukungan setia Amerika. Bahkan kita lihat titik balik keberadaan negara Israel di Palestina, adalah karena kebaikan hati Inggris kepada kaum Yahudi, sekaligus kebencian mereka terhadap Islam. Dua negara besar ini selalu konsisten mendukung Zionis Israel. Bukan hanya teknis persenjataan yang selalu disuplai, tetapi juga kebijakan-kebijakan perdamaian dan juga ‘ pengkhianatan’ perdamaian yang selalu diamankan oleh Amerika. Resolusi PBB untuk gencatan senjata sepekan lalu–dengan abstainnya Amerika- adalah salah satu keajaiban dunia yang menyalahi sejarah konsistensi dukungan Amerika terhadap Israel.
Biasanya Amerika akan dengan mudah memveto setiap kebijakan yang merugikan zionis, adik tirinya tersebut. Tapi tidak ada yang berubah dari Amerika, berita hari ini menyebutkan pertemuan dua Menlu AS-Israel ; Condolize Reece dan Tzipi Livni yang mengukuhkan kesepakatan untuk menghalangi sekuat tenaga masuknya dukungan persenjataan ke Palestina. Jadi, tidak ada yang salah dengan fakta Al-Quran.
Fakta 4 : Adanya Benih-benih kemunafikan yang mengganggu perjuangan Jihad. Allah SWT berfirman : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…”(Al-Hasyr 11)
Fakta Al-Quran dan juga fakta sejarah kenabian selalu mengingatkan kita adanya bahaya dari dalam. Jangankan hari ini saat umat Islam dalam kondisi lemah dan terpecah, bahkan di barisan pasukan Rasulullah SAW di Madinah pun bercokol sekelompok munafik yang terus aktif menghasut dan menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Masih ingat bukan peperangan Uhud, saat 300 dari 1000 pasukan rasulullah SAW membelot mundur ke Madinah karena kecewa dengan keputusan Rasulullah SAW ?
Maka hari ini kita menyaksikan adanya dua negara arab besar yang memboikot KTT darurat Liga Arab di Dhoha, Qatar yang sedianya direncanakan menghasilkan keputusan yang ‘keras’ dan efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel. Adakah ungkapan yang lebih halus untuk mengganti kata ‘kemunafikan’ bagi kedua bangsa tersebut ?.
Belum lagi masalah perbatasan Rafah yang masih saja ditutup oleh pemerintah Mesir. Sehingga dukungan kemanusiaan, apalagi mujahidin dan persenjataan tidak bisa menjangkau Gaza. Kisahnya sangat berkebalikan dengan yang terjadi di Afghanistan saat melawan Uni Soviet duapuluh tahun yang lampau, saat Pakistan membuka perbatasannya untuk masuknya mujahidin dan persenjataanya ke Afhanistan.
Hari ini pemerintah Mesir menjadi ‘bemper’ pelindung Zionis Israel dari masuknya solidaritas muslim internasional. Begitu pula saat bicara dengan pemimpin-pemimpin Arab, Husni Mubarok sekuat tenaga meyakinkan teman-temannya untuk tetap lunak pada Israel. Tanpa sadar, nampaknya presiden ‘Husni Mubarok’ ingin mengulangi kelakuan Abdullah bin Ubay yang mati-matian membela Yahudi Bani Qainuqo’ saat Rasulullah SAW akan memberikan sanksi atas pengkhianatan yang mereka lakukan pada konstitusi Madinah. Nah, adakah ungkapan yang lebih halus dari ‘kemunafikan’ untuk menggambarkan sikap tersebut ?
Fakta 5 : Ada banyak kaum banyak kaum muslimin lemah tidak berdaya . Ada perubahan besar terjadi pada gaya hidup sebagian besar kaum muslimin paska tumbangnya kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Banyak negara muslimin dijajah oleh negara-negara Barat dan penduduknya pun mulai mengadopsi pemikiran dan gaya hidup Barat yang materialis. Akibatnya, cinta harta dan dunia mulai mengakar dalam kehidupan kaum muslimin.
Pada saat itulah, jihad yang membentengi kemuliaan Islam mulai tergerogoti. Al-Quran telah menggambarkan fakta tersebut dengan jelas .. Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit” ( At-Taubah 38 )
Kelemahan inilah yang segera ditangkap oleh musuh-musuh Islam. Mereka kini lebih berani dalam menganiaya dan menginjak-injak negeri Islam karena merasa ‘aman’ dengan lemahnya semangat kaum muslimin dalam berjihad. Lihat saja penyerangan secara sistematis pada negeri muslim dalam dua warsa terakhir ini. Dari mulai Afghanistan, Irak, Palestina, hingga negara-negara yang masuk dalam daftar tunggu penyerangan seperti ; Iran, Sudan dan Suriah.
Gambaran seperti inilah yang juga terjadi di Palestina, keangkuhan Israel dalam membombardir Palestina dengan penuh percaya diri, salah satunya karena mereka yakin tidak ada satu negara muslim pun yang berani mengirimkan pasukannya membela Palestina atas nama jihad. Negara-negara muslim dalam kondisi lemah dan takut menghadapi balasan Amerika dan sekutunya face to face. Akhirnya Israel melenggang begitu nyamannya dalam menebar bom cluster di bumi Palestina. Tidak ada pembelaan dari negara-negara muslim tetangganya. Hizbullah Libanon pun malu-malu untuk mengirimkan roketnya ke wilayah Israel. Bahkan Iran yang sempat ‘berkoar-koar’ pun belum sekalipun mengarahkan roketnya ke Israel. Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Mujahid pun harus berdiam diri karena sibuk dengan konflik Darfur yang juga disutradari Amerika.
Inilah kenyataan hari ini, dan ini pulalah yang sudah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya, bahwa umat Islam akan menjadi santapan bangsa-bangsa lain di akhir zaman. Bukan karena jumlah mereka yang sedikit, bahkan banyak, tapi bagaikan buih yang terombang ambing lemah tak berdaya. Semua ini karena umat Islam terjangkiti sindrom wahn, yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : ” Cinta dunia dan takut mati ” (HR Abu Daud)
Fakta 6 : Ada kelompok yang senantiasa mengusung tinggi jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar. Allah SWT berfirman : Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya) (QS Al Ahzab 23).
Al-Quran, menyebutkan fakta akan adanya golongan yang senantiasa ’setia’ untuk memperjuangkan kejayaan Islam. Bahkan meskipun diantara mereka banyak yang telah berguguran, tidak sedikitpun membuat komitmen mereka untuk berjihad mundur dan luntur. Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas tampil sebagai gambaran riil fakta Al-Quran tersebut. Tuduhan organisasi teroris tidak membuatnya gentar sejengkalpun. Pemborbardiran Zionis Israel disambut dengan perlawanan sekuat tenaga. Petinggi Hamas Kholid Meshal dalam banyak kesempatan senantiasa mengulang-ulang sikap Hamas yang tidak akan mundur dalam mempertahankan Gaza.
Logika mana yang bisa menjelaskan Hamas yang awalnya adalah sebuah organisasi massa Islam, kini bertarung dengan gagah melawan Zionis Israel yang mempunyai kekuatan militer terkuat di Timur Tengah ? . Kesimpulan paling mudah yang kita tangkap adalah ‘ konsistensi’ Hamas dalam berjihad, itulah yang membuat mereka tetap eksis dan terus melawan. Ruh Jihad menjadi semacam jaminan bagi kekuatan sekecil apapun untuk melawan kekuatan sebesar apapun. Bukankah Allah SWT berfirman : “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.(QS Al-Baqoroh 249)
Akhirnya, semua ungkapan dan isyarat kekaguman dan penghormatan, entah itu standing avocation, apllause, angkat topi, hormat tangan, atau apa saja yang bisa mengungkapkan kekaguman sangatlah layak diberikan pada Hamas. Setelah kagum, tentu saja kita juga harus menjadi bagian yang mendukung perjuangan jihad tersebut. Siapa yang bisa menahan keinginan untuk tidak bergabung dalam barisan pembela kebenaran yang telah dijamin eksistensinya oleh Rasulullah. Tidaklah berlebihan, jika dikatakan fenomena Hamas hari ini adalah bukti riil keberadaan kelompok jihad abadi di muka bumi ini, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : ” Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka “. (HR Muslim). Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang siapa mereka itu ?. Maka beliau menjawab : ” di sekitar masjid al-Aqsha”. Subhanallah

Senin, 07 Juli 2014

Sejarah Komunis China dan Pengaruh Mao Zedong

Faham Ideologi suatu Negara

Sangat menarik memang ketika kita mempelajari ilmu politik, kita akan dihadapkan kepada materi-materi mengenai negara, kekuasaan, pembagian kekuasaan dan sebagainya. Berbicara tentang negara pasti akan identik dengan bebgagai ideologi yang dianut atau dipakai oleh negara tersebut. Begitu juga dengan kekuasaan, pasti akan terpengaruh pula dengan ideologi suatu negara tersebut. Dan segala hal yang menyangkut hal tentang politik negara, kekuasaan dan sebagainya pasti tidak akan terlepas atau berpedoman pada ideologi yang dianut oleh negara tersebut.
Seperti yang kita ketahui, di dunia ini terdapat beberapa ideologi yang mendominasi. Indonesia sendiri memakai idelogi pancasila yang dirumuskan oleh para founding father kita. Dan selain itu, terdapat pula ideologi liberalis, sosialis, dan komunis. Pada awal abad ke 19, kedua ideologi yaitu liberal dan komunis sangat memilki pengaruh pada dunia. Dimana diantara kedua ideologi tersebut saling mempengaruhi untuk mendapatkan simpati atau pengikutnya. Antara liberalis dan komunis sangat bertolak belakang dari segi sendi-sendi ajaran masing-masing. Karakter liberalis sangat menghargai kebebasan individu, sedangkan komunis mempunyai sistem yang bercirikan sentralistik.

Pada masa sekitar abad ke 19 kedua ideologi ini (liberal & komunis) di pakai atau dianut oleh dua negara adidaya yaitu Amerika memakai ideologi liberalis dan Rusia memakai ideologi komunis. Kedua negara ini sangat gencar mempengaruhi negara-negara berkembang untuk mengikuti paham mereka. Rusia sendiri melakukan pengaruhnya di sekitar eropa bagian timur hingga ke tiongkok atau sekarang disebut Republik Rakyat China.
China pada saat itu masih dipimpin oleh kekaisaran dinasti chiing yang pemerintahannya di kuasai oleh kepentingan orang asing. Melihat keadaan seperti itu, para kaum nasionalis tidak senang dan marah, lalu terjadilah pemberontakan dan dinasti chiing berhasil ditumbangkan oleh kaum nasionalis China. Akan tetapi setelah perebutan kekuasaan oleh kaum nasionalis berhasil, malah tejadi kekacauan sendiri oleh para kaum nasionalis. Dan pada saat terjadi kekacauan itu pengaruh komunis mulai masuk ke china. Proses doktrinisasi komunis ke negeri china boleh dikatakan berjalan cukup cepat dan lancar. Pada awal proses masuknya komunisme di china dipelopori oleh tiga belas orang yang berkongres membentuk komunisme di china. Namun setelah itu mereka terpecah akibat dari perlawanan dan perbedaan pendapat dari masing-masing. Tinggalah Mao Zedong sendiri yang masih mempelajari dan mendalami ideologi tersebut.
Peran Mao Zedong dalam menumbuhkan dan mengembangkan ideologi komunis di Tiongkok sangat mempengaruhi berdirinya Partai Komunis China (PKC). Dan ia pula lah yang membawa China menuju gerbang kemerdekaan. Mao membangun ideologi komunisme dengan ide-ide dan gagasan-gagasanya yang dicoba di aktualisasikan ke dalam sendi-sendi politik dan sosial pada masyarakat China. Antara lain ajaran dia yaitu mengenai kontadiksi, lompatan jauh kedepan, dan revolusi kebudayaan.
Pokok Permasalahan
Dalam melihat perkembangan yang terjadi di negeri Tiongkok hingga menjadi sebuah negara yaitu China, taklepas dari peranan sang pemimpinnya yaitu Mao Zedong dan Partai Komunis China. Karena kemerdekaan China tak lepas dari politik yang dimainkan oleh Mao dengan partainya.
Sekilas Tentang Mao Zedong
Lahir di sebuah keluarga petani miskin, sejak kecil Mao harus bekerja keras dan hidup prihatin. Meskipun di kemudian hari keadaan ekonomi keluarganya meningkat, tetapi kesengsaraan di masa kecil itu banyak mempengaruhi kehidupannya kelak. Ketika kecil, Mao dikirim untuk belajar di sekolah dasar. Pendidikannya sewaktu kecil juga mencakup ajaran-ajaran klasik Konfusianisme. Tetapi pada usia 13 tahun, ayahnya menyuruhnya berhenti bersekolah dan menyuruhnya bekerja di ladang-ladang.[1]
Mao memberontak dan bertekad ingin menyelesaikan pendidikannya sehingga ia nekat kabur dari rumah dan melanjutkan pendidikannya di tempat lain.Pada tahun 1905, ia mengikuti ujian negara yang pada saat itu mulai menghapus paham-paham konfusianisme lama; digantikan oleh pendidikan gaya Barat. Hal ini menandakan permulaan ketidakpastian intelektual di Cina.
Pada tahun 1911, Mao terlibat dalam Revolusi Xinhai yang merupakan revolusi melawan Dinasti Qing yang berakibat kepada runtuhnya kekaisaran Cina yang sudah berkuasa lebih 2000 tahun sejak tahun 221 SM. Tahun 1912, Republik Cina diproklamasikan oleh Sun Yat-sen dan Cina dengan resmi masuk ke zaman republik. Mao lalu melanjutkan sekolahnya dan mempelajari banyak hal antara lain budaya barat. Pada tahun 1918 ia lulus dan lalu kuliah di Universitas Beijing. Di sana ia akan berjumpa dengan para pendiri PKT yang berhaluan Marxis
Selaku remaja usia muda, Mao secara pasti menganut paham kiri dalam pandangan politiknyadan dia betul-betul menjadi Marxis tulen. Tetapi peningkatannya menuju puncaktertinggi kepemimpinan partai berjalan lambat, sehingga baru di tahun 1935 dia menjadi ketua partai. Sementara itu, secara keseluruhan pun Partai Komunis China jalannya merangakak, berliku-liku, dalam usahanya memegang kekuasaan.[2]
Awal Partai Komunis China (PKC)
Sejak masa akhir Dinasti Qing sampai masa awal periode Republik (1911-1949), Tiongkok mengalami kejutan luar biasa dari luar dan usaha untuk reformasi internal secara besar-besaran. Masyarakat berada dalam gejolak yang memilukan. Banyak intelektual dan orang-orang dengan pemikiran yang bijaksana ingin menyelamatkan negara dan rakyat, tetapi di tengah-tengah krisis dan kekacauan nasional, kekhawatiran mereka tumbuh, pada awalnya dari kekecewaan yang kemudian menjadi ke-putus asa-an sepenuhnya. Seperti orang sakit yang sembarangan mencari dokter, mereka mencari solusi di luar Tiongkok. Ketika cara Inggris dan Perancis gagal, mereka berpaling pada metode Rusia. Karena ingin cepat berhasil, mereka tidak ragu-ragu untuk meramu obat yang paling keras untuk penyakitnya, dengan harapan Tiongkok bisa menjadi kuat dengan cepat.
Gerakan 4 Mei pada 1919 adalah cermin yang jelas dari ke-putus asa-an ini. Sebagian orang memilih tindakan anarkis, sebagian lain mengusulkan untuk membuang doktrin-doktrin Konghucu, dan yang lainnya lagi menyarankan untuk mengadopsi kebudayaan asing. Secara singkat, mereka menolak kebudayaan tradisional Tionghoa dan menentang doktrin Konghucu yang mengambil jalan tengah. Karena ingin mengambil jalan pintas, mereka menjalankan pemusnahan dari semua hal yang bersifat tradisional. Pada satu sisi kelompok radikal tidak mempunyai cara untuk menjalankan negara, pada sisi lain mereka percaya sepenuhnya pada pendapat mereka sendiri. Mereka merasa dunia tanpa harapan, dan percaya bahwa hanya dengan diri sendiri barulah mereka bisa menemukan cara yang benar bagi perkembangan masa depan Tiongkok. Mereka bernafsu untuk melakukan revolusi dan kekerasan.[3]
Pengalaman yang berbeda menyebabkan perbedaan pada teori, prinsip dan jalur di antara beberapa kelompok. Akhirnya sekelompok orang bertemu dengan penghubung Partai Komunis dari Uni Soviet. Ide "menggunakan kekerasan untuk menduduki kekuasaan politik" dari teori Marxisme-Leninisme, menarik bagi pikiran resah mereka dan sesuai dengan keinginan mereka untuk menyelamatkan negara dan rakyat. Maka mereka memperkenalkan Komunisme, suatu konsep yang sangat asing ke negeri Tiongkok. Ada 13 orang wakil yang menghadiri kongres pertama PKC. Setelah itu, sebagian meninggal, sebagian melarikan diri, sebagian bekerja untuk kepentingan kubu Jepang dan menjadi pengkhianat, dan sebagian keluar dari PKC untuk bergabung dengan Kuomintang (Partai Nasional, yang selanjutnya kita sebut KMT). Pada 1949, ketika PKC berkuasa, hanya Mao Zedong (Mao Tse Tung) dan Dong Biwu yang masih tersisa dari 13 anggota Partai semula. Tidak jelas pada waktu itu apakah pendiri-pendiri PKC menyadari bahwa "dewa penyelamat" yang mereka perkenalkan dari Uni Soviet sebenarnya adalah makhluk jahat, dan obat yang mereka dapatkan untuk menguatkan negara sebenarnya adalah racun mematikan.
Partai Komunis Rusia yang baru saja memenangkan revolusi, terobsesi untuk menggarap Tiongkok. Pada tahun 1920, Uni Soviet mendirikan Biro Timur Jauh di Siberia yaitu sebuah cabang dari Komunis Internasional (Internationale) Ketiga, atau Komintern (Comintern). Ia bertanggung jawab untuk mengatur pendirian Partai Komunis di Tiongkok dan negara lainnya. Begitu didirikan, wakil deputi biro Grigori Voitinsky tiba di Beijing dan menghubungi barisan depan komunis Li Dazhao. Li mengatur pertemuan Voitinsky dengan pemimpin komunis lainnya, Chen Dixiu di Shanghai. Pada bulan Agustus 1920, Voitinsky, Chen Dixiu, Li Hanjun, Shen Xuanlu, Yu Xiusong, Shi Cuntong dan lainnya memulai persiapan dari pendirian PKC.
Pada Juni 1921, Zhang Tailei tiba di Irkutsk - Siberia, untuk menyerahkan proposal pendirian PKC sebagai cabang dari Komintern kepada Biro Timur Jauh. Pada 23 Juli 1921, dengan bantuan Nikolsky dan Maring dari Biro Timur Jauh, maka secara resmi terbentuklah PKC.
Sejak itu gerakan Komunis diperkenalkan ke Tiongkok sebagai uji coba, dan sejak itu PKC memposisikan dirinya di atas segalanya, menaklukkan segalanya sehingga membawa bencana tanpa akhir bagi Tiongkok.
 Garis Massa, Kontradiksi dan Praktek
Pemikiran Marxis Mao sendiri mulai terbentuk setelah ia membaca tiga buku penting, yaitu: Manifesto Komunis terjemahan Chen Wang-tao, Pertarungan Kelas oleh Karl Kautsky dan  Sejarah Sosialisme oleh Kirkupp. Edgar Snow menyebut periode pemikiran ini sebagai periode Marxis, karena ideide pikirannya belum dapat diterima oleh masyarakat (Snow, 1944: 156). Pemikiran Mao sering disebut sebagai “Maoisme”. Dalam bukunya  Mao and The Chinese Revolution, Chen Jerome menyatakan bahwa istilah ini secara salah telah dipopulerkan oleh para pelajar dari Universitas Harvard dalam tulisantulisan mereka untuk menunjuk kepada pemikiran-pemikiran Mao.
 Pemikiran Mao pada dasarnya merupakan gabungan pemikiran dari tokoh-tokoh sebelumnya (bukan hanya kaum Marxian), yang disesuaikannya dengan situasi objektif negara Cina dan dipadukan  dengan pengetahuan intelektual dan pengalaman-pengalaman perjuangan revolusinya, sehingga menjadi suatu konsep pemikiran yang sangat pragmatis dan luwes berlaku di Cina. Pemikiranpemikiran Marxis Mao inilah selanjutnya yang disebut sebagai Maoisme (Ch’en, 1967: 3-4). Secara global, pemikiran politik Mao terlihat dalam pandangannya tentang “garis massa” yang terkenal dengan semboyan “dari massa, untuk massa”. Ia menyatakan dengan tegas bahwa: suatu kebijakan politik partai dapat disebut bagus hanya jika gagasannya secara murni berasal dari massa yaitu petani dan pekerja, dengan memperhitungkan kepentingan dan keinginan mereka (Wang, 1976: 55). Implementasi kebijakan tersebut, sebagus apapun tetap harus mendapat dukungan dari massa Mao berangkat dari teori pengetahuan Marx, bahwa pengetahuan diperoleh dari praktek (pengalaman) dalam masyarakat yang muncul karena adanya kontradiksi-kontradiksi di dalamnya.
Kontradiksi diartikan sebagai perbedaanperbedaan pandangan di antara massa, baik individu ataupun kelompok. Pendapat-pendapat ini merupakan wujud dari keinginan-keinginan rakyat, yang selanjutnya dibawa kepada level yang lebih tinggi (kader-kader partai) untuk dicari pemecahannya. Setelah dianalisa dan disusun secara sistematis dibawa lagi ke tingkat yang lebih tinggi (pusat) untuk menentukan solusi yang tepat bagi persoalan tersebut.  Menurut John Lewis proses ini meliputi tahapan-tahapan: persepsi, pengumpulan pendapat-pendapat, pengambilan keputusan partai, dan tahap implementasi.
Para kader partai membuat daftar terhadap pandangan-pandangan yang muncul dari dalam massa yang belum teratur dan belum sistematis, kemudian gagasan-gagasan tersebut mereka pelajari untuk dilaporkan kepada kewenangan yang lebih tinggi. Berdasarkan laporan kader tersebut pemegang kekuasaan yang lebih tinggi memberi masukan ataupun instruksi dan dikembalikan lagi kepada massa, pada tahap ini pendidikan politik dan propaganda-propagandanya terus dilakukan oleh kader yang berada di tengahtengah massa. Dan ketika massa merasa memiliki gagasan-gagasan tersebut, kemudian diterjemahkan ke dalam gerakan yang nyata (Lewis, 1963: 72). Menurut Mao ini bukanlah tahap terakhir, karena untuk selanjutnya proses ini harus diulangi beberapa kali sehingga setiap kali gagasan-gagasan menjadi lebih baik. Konsep ini membutuhkan kerja sama antara pemimpin dan massa agar saling belajar, saling memberi dukungan, dan selalu terjadi dialog antara pemimpin dan yang dipimpin. Tiga subjek utama yang terlibat adalah politbiro sebagai pemimpin tertinggi, kader-kader partai sebagai level menengah dan massa sebagai tingkat terendah (Gray & Cavendish, 1968: 225). 
Konsep garis massa menjadi alat monitoring terhadap elit birokrat dan kecenderungan mereka untuk mengatur massa melalui partai dan sanksi-sanksi yang tidak jelas (Lewis, 1963: 84-86). Meskipun partai adalah pemimpin massa, namun kedudukannya tidak lebih tinggi dari massa. Digambarkan Mao hubungan antara partai dengan massa seperti ikan dan air, antara massa dan partai saling membutuhkan (Chen, 1970: 56). Pemikiran-pemikiran Mao tentang manusia bisa dikatakan lebih moralis bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh Marxis yang lain. Manusia bukanlah suatu “produk yang sudah jadi”, ia dipengaruhi oleh lingkungan di sekelilingnya, terutama pendidikan. Melalui pendidikan, kesadaran sosial seseorang dapat dibentuk Berbeda dengan Marx ia menolak pendapat Marx yang menyatakan bahwa masing-masing individu telah ditentukan kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingannya berdasarkan sifat kelasnya.
Menurut Mao, keanggotaan seseorang dalam suatu kelas dapat berubah, ia dapat dibentuk menjadi manusia baru melalui “pendidikan-kembali” (re-edukasi). Mao ingin menyatakan bahwa apa yang selama ini dinyatakan sebagai "takdir" adalah omong kosong, manusia berhak sepenuhnya atas hidupnya, dan berhak untuk menentukan dan mengubah kehidupannya.  Pandangan ini mendasari konsepnya tentang voluntarisme, bahwa keinginan dan kebulatan tekad manusia pada akhirnya akan mampu melalui segala rintangan untuk menuju dunia yang lebih baik (Wang, 1977: 41-46). Digambarkan oleh Mao dalam puisinya tentang seorang orang tua yang berusaha memindahkan pegunungan dengan berdasar keyakinan, ketekunan dan kekerasan hati. Puisi ini sangat populer pada masa-masa revolusi kebudayaan. 
Tindakan dan keputusan-keputusan Mao yang moralis telah mengubah teori "materialisme-dialektik" Marx, menjadi "moralisme-dialektik". Belajar dari pengalaman Lenin, Mao menyimpulkan bahwa transformasi fisik (sarana-sarana produksi) tanpa diimbangi dengan transformasi moralitas masyarakat, tidak akan menjamin kelanggengan masyarakat baru. Bentuk-bentuk kesadaran sosial harus diubah sama sekali dan harus mempunyai landasan yang kuat. Oleh karena itu pemikiran-pemikiran sosialis harus ditanamkan kepada masyarakat dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-sehari hingga menjadi  way of life(Wertheim, 1974: 335).. Ini adalah tujuan program Revolusi Kebudayaan
REVOLUSI KEBUDAYAAN
Setelah simplifikasi yang dilakukan Lenin, Marxisme di tangan Mao semakin kehilangan unsur-unsur spesifiknya, antara lain tentang kritik kapitalisme, perkembangan industrialisasi, perjuangan kelas, dan diktator proletariat. Mao pun meninggalkan hukum-hukum deterministik Marxisme. Menurutnya setiap masyarakat berkembang sesuai dengan perubahan-perubahan kondisi ekonomi, sosial, dan politiknya. Karena kondisi objektif masing-masing masyarakat unik, maka tidak ada satupun perkembangan masyarakat yang berjalan mengikuti teori keniscayaan sejarah Marx. Bukan tujuan ditentukan sejarah melainkan kehendak revolusioner yang menentukan sejarah. 
Menurut Mao, revolusi yang merupakan suatu bagian integral dari perubahan sosial adalah suatu proses  kontinyu. Terjadinya revolusi tergantung dari ada tidaknya kehendak revolusioner massa dan adanya suatu bangunan partai yang kuat. Revolusi Mao adalah salah satu dari sekian tahap perubahan masyarakat yang direncanakan, dan akan terus berlangsung hingga tercapainya sosialisme sebagai cita-cita akhir masyarakat. Mao tidak menentukan berapa lama suatu revolusi akan berlangsung, ia hanya menyatakan bahwa revolusi akan berakhir ketika sosialisme telah tercapai di seluruh negara di dunia. Inilah revolusi permanen.
Reformasi Agraria, Rencana Pembangunan Lima Tahun, Lompatan Jauh ke Depan, serta Revolusi Kebudayaan adalah serangkaian gerakan revolusi permanen pada masa pemerintahan Mao. Kontinyuitas dalam gerakan revolusi diperlukan untuk menjaga kesatuan tujuan dan kesamaan kehendak antara pemerintah dan rakyat.  Menurut Mao, penggulingan pemerintahan lama dan pengalihan alat-alat produksi kepada proletariat saja belum cukup untuk terwujudnya masyarakat baru, kecuali telah terbentuk suatu konsep yang sama dalam pikiran masyarakat.
Dengan kata lain, bentuk-bentuk kesadaran sosial dan bangunan atas masyarakat lama harus digantikan oleh ideologi baru. Secara resmi Revolusi Kebudayaan dicanangkan pada pertemuan Komite Sentral ke-8 tahun 1966, tercantum dalam 16 poin resolusi sebagai petunjuk atas tindakan rakyat dalam masa revolusi. Atas nama penghapusan “4 hal-hal kuno” (4 olds), yaitu: kebudayaan, gagasan pemikiran, tradisi dan kebiasaan-kebiasaan kuno, Tentara Merah (Red Guards) berhak menghancurkan segala hal yang berhubungan atau mengingatkan mereka dengan peradaban Barat dan feodalisme, termasuk benda-benda warisan sejarah. (Kaiming, 1986: 226-227).
Akar dari kekacauan ini adalah perseteruan politik di tingkat elit pemerintahan, perbedaan ideologi menyebabkan terpecahnya kepemimpinan menjadi 2 pihak yaitu: pendukung Mao dan yang anti Mao. Masing-masing berusaha mencari massa sebanyak-banyaknya, generasi muda adalah target mereka. Dukungan rakyat merupakan legalisasi posisi seseorang dalam pemerintahan, keadaan ini dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan untuk menyingkirkan lawan-lawan mereka dari pemerintahan.
Kekuasaan tertinggi pada saat itu berada di tangan massa, yang menentukan apakah seseorang disebut revolusioner atau kontra-revolusi.  Lin Biao, salah seorang pendukung Mao menerbitkan buku saku yang sangat populer pada masa itu, terkenal dengan sebutan “buku merah kecil” (little red book), berisi kutipan-kutipan perkataan Mao, sebagai pedoman tindakan anggota Tentara Merah dan rakyat secara umum. Buku ini sengaja diterbitkan dalam upaya kultus individu terhadap Mao yang pada saat itu telah turun dari jabatan presiden, sekaligus sebagai legitimasi kekuasaan Mao (http/www. geocities.com/College Park/Library/ 6132).  Seluruh tindakan masyarakat harus didasarkan atas argumen-argumen yang kuat dan bukan atas dasar kekuatan fisik, inilah semboyan yang selalu diserukan.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Mao_Zedong.....hari sabtu, 21/5/2011
http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/tokoh-komunisme-china.html
http://erabaru.net/2-awal-partai-komunis-china
Ch’en, J., 1967,  Mao and the Chinese Revolution; with 37 Poems by Mao Tsetung, Trans.:M. Bullock, Oxford University Press, London
Ch’en, J., 1970,  Mao Papers: Anthology and Bibliography, Oxford University Press, London
Snow, E., 1944, Red Star Over China, 2nd. ed., The Modern Library, New York. 
Wang, J.C.F., 1976,  Values of the Cultural Revolution, dalam  Journal of Communication, vol. 27, no. 3.
Kaiming, S., 1986, Modern China: a Topical History, 2nd ed., Foreign Language Press,Beijing
Lewis, J.W., 1963,  Leadership in Communist China, Cornell University Press, New York.



[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Mao_Zedong.....hari sabtu, 21/5/2011
[2] http://tokoh-ilmuwan-penemu.blogspot.com/2009/08/tokoh-komunisme-china.html
[3] http://erabaru.net/2-awal-partai-komunis-china